Merawat Kaderisasi, NU Jakpus Adakan Penjaringan Pengurus di 44 Ranting

PCNU Jakarta Pusat menggelar penjaringan pengurus NU di tingkat ranting se-Jakarta Pusat selama bulan Juli. Kegiatan kaderisasi ini tidak boleh berhenti meski sedang dilanda wabah virus corona. Hal itu disampaikan ketua PCNU Jakpus Gus Syaifuddin saat menghadiri pemilihan ketua Ranting NU di Kelurahan Harapan Mulia Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (13/7).
Gus Syaifuddin mengungkapkan wabah virus corona di Indonesia tidak dapat diketahui kapan akan berakhir. Jika kaderisasi harus menunggu pandemi berakhir, maka keberlangsungan organisasi akan terhenti.
Gus Syaifuddin juga meminta kepada pengurus Ranting untuk selalu aktif dan semangat dalam mengurus NU, karena pengurus ranting lah yang bersentuhan langsung dengan umat dan masyarakat. Lalu penguatan NU yang utama itu ada di pengurus ranting.
Selanjutnya ketua Tim Penjaringan Gus Irfan Mufid mengatakan penjaringan diadakan sebagai wujud dalam kepedulian dan tanggungjawab menjadi pengurus terhadap kaderisasi dalam berorganisasi. Lalu, kaderisasi dalam organisasi sangat lah penting, bisa diibaratkan seperti jantung dalam kehidupan berorganisasi.
Dosen UIN Jakarta ini menambahkan kelurahan atau Ranting NU di Jakarta Pusat jumlahnya ada 44, jadi Tim Penjaringan akan blusukan ke 44 Ranting untuk menjaring dan mencari tokoh setempat untuk diajak menjadi pengurus NU.
“Dengan modal yakin yang kuat serta semangat terjun dalam menyapa masyarakat dan umat, kami bersama Tim Penjaringan percaya, NU Jakpus bisa mengikuti seperti langkah-langkah semangat pengurus NU yang ada di daerah”, tegas Mufid.
Ketua Ranting NU Kelurahan Harapan Mulia terpilih Ust. H. Sanui mengatakan melalui penjaringan kader, NU Jakpus harus bisa lebih maju dan progresif. Karena pengurus NU tingkat ranting itu diibaratkan sebagai pondasi dalam organisasi NU
Ust. H. Sanui menambahkan kedepannya saya juga akan mengajak kepada seluruh Pengurus Ranting NU Se-Jakpus untuk mandiri dalam berorganisasi. Yaitu dalam mengadakan kegiatan ranting harus inisiatif dan tidak selalu harus menunggu kegiatan dari MWC atau PCNU. Dengan inisiatif, insyaallah kegiatan NU di ranting-ranting akan produktif dan terasa di masyarakat. (Farhan Maksudi)